Dependency

Submitted by michael on Fri, 07/09/2007 - 08:55

Seperti apa sih dependency ?

Semisal saya ingin menginstall program A, ehh.. ternyata si A butuh program X dan Y. Lho kok tidak jalan ? Ternyata si X butuh library L1 dan L2. Celaka2 ! Slackware tidak memecahkan masalah ini untuk saya! Jadi saya musti mencari kaitan ketergantungan program A tersebut.

Oke ! Masalah dependency adalah salah satu kelemahan plus kelebihan utama dari Slackware. Kelemahan bagi user yang menginginkan sistem packaging otomatis, dan kelebihan bagi user yang ingin 'absolut' kontrol bagi sistemnya.

Umumnya system packaging otomatis pada distro2 populer akan memecahkan masalah dependency di atas. Meskipun (kadang) efek lain yang ditimbulkan sistem packaging otomatis adalah ketidakstabilan.

Istilah Dependency Hell sering dilontarkan (oleh pengguna Slackware) bagi distro yang menggunakan sistem packaging otomatis. Lho kok bisa ? Khan enak semua program dan library sudah didownloadkan otomatis ? Karena saat memilih satu program untuk diinstall lewat repository, maka akan muncul program+library lain yang dibutuhkan untuk diinstall. Tanpa perlu susah2 mencari kaitan satu dengan lain.

Lha, trus ? Oke deh ! kita stick sama Slackware dulu yach :P

    1.Cara sederhana : Baca README program A, apa yang dibutukan oleh A.
    2.Selalu jalankan (pertama kali) lewat terminal.

      Oke ! saya install A. kemudian saya panggil program terserbut lewat terminal. Jika A membutuhkan X dan Y, dia akan berteriak kepada Anda lewat pesan " Hey kawan saya butuh X !" Kemudian Anda install X. waktu panggil A lagi, si A berteriak "Hey kawan ! Saya butuh Y !" begitu seterusnya :P

Ada latihan yang baik mengenai masalah dependency.Install Program Digikam.

Denic di http://makassar-slackers.org/node/74 telah menulis program/library apa saya yang dibutuhkan oleh digikam (tapi lebih baik Anda tidak melihat 'jawaban' lebih dulu :). Yach sebagai latihan.

Jadi kalau ingin berlatih, install digikam. Siap ?