Tulisan ini saya ambil dari blognya AMad http://makassar-slackers.org/Grub+di+Slackware . Dari pada saya membuat redundant, lebih baik mereview :) Yang istimewa, ini adalah blog pertama dari situs mereka :) -Michael
15 Menit bersama Grub (GRand Unified Bootloader)
"Siang-siang begini, Selesai minum kopi dan sekarang makan "Chunky Milk Chocolate".
Koneksi internet lagi kurang bagus untuk browsing ke internet. Akhirnya browse isi harddisk sendiri :D.
Sambil browsing dapat file ini "grub-0.97-i486-2.tgz" di folder SlackSoft home direktoriku.
muncul pikiran iseng ... """"install grub di slackware"""" .. :D"
Secara default, boot loader di slackware adalah Lilo. Tapi Jika ingin boot loader dengan nuansa yang berbeda silahkan coba "grub". Kenapa pakai grub?, hehehe jawaban ada dikalimat sebelumnya. =))
untuk proses instalasinya cukup mudah, karena kebetulan paket instalasinya adalah .tgz dari linuxpackages
Cuma beberapa terminologi yang mungkin agak beda dengan lilo adalah mapping device-nya.
misalnya,
-----------hda1 di grub dikenal sebagai hd0.0
-----------hda2 di grub dikenal sebagai hd0.1
berikut cara instalasinya :
--------------------------------------------
#installpkg grub-0.97-i486-2.tgz
Buat atau Edit menu.lst (ada di /boot/grub)
#grub-install /dev/hda
--------------------------------------------
sedikit tips sebelum mengeksekusi 'grub-install /dev/hda',
Perhatikan entry di file '/boot/grub/device.map' (kalau ada). Jika didalam file tersebut terdapat entry device yg tidak diinginkan
, hapus saja, karena kemungkinan akan memperpanjang proses install grub-nya.
untuk file konfigurasi (menu.lst dan device.map), silahkan lihat contoh file dibagian akhir tulisan ini silahkan disesuaikan. Untuk contoh yang lebih detail lihat di /boot/grub/menu.lst.sample
reboot komputer untuk lihat hasilnya ...
Catatan dan kesimpulan :
Untuk yang sering mengutak-atik boot loader, mungkin grub bisa menjadi pilihan alternatif.
karena jika terjadi perubahan di file konfigurasinya (/boot/grub/menu.lst),
grub tidak perlu di install atau di eksekusi lagi. Tapi secara otomatis grub akan membaca file konfigurasi yang telah diubah.
sedangkan Jika menggunakan Lilo sebagai boot loader tiap melakukan perubahan di '/etc/lilo.conf' mesti jalankan
'lilo' lagi untuk me-load file konfigurasi ke boot loader.
###Dump###
isi menu.lst dikomputerku
-------------------------------------------
bash-3.1$ cat /boot/grub/menu.lst
splashimage (hd0,2)/boot/grub/slack_nalug.xpm.gz
shade 1
timeout 5
default 0
title Slackware
kernel (hd0,2)/boot/vmlinuz vga=0x318 root=/dev/hda3 ro
title Slackware Kernel Test
kernel (hd0,2)/boot/26 vga=0x318 root=/dev/hda3 ro
title Windows
root (hd0,0)
makeactive
chainloader +1
-------------------------------------------
isi device.map dikomputerku
-------------------------------------------
(hd0) /dev/hda
-------------------------------------------
keterangan tambahan, untuk memperjelas isi dari menu.lst.
map partisi :
/dev/hda1 = saya pakai untuk windows
/dev/hda3 = saya pakai untuk linux
=======================
Makassar, 210507
AMad
amad(at)makassar-slackers.org
=======================
Review Slackware 12 :
- Pada paket extra Slackware 12, setelah instalasi belum ada tambahan menu.lst ataupun direktory /boot/grub. Jadi file konfigurasi musti dibuat manual ;)Saya pikir paket extra Grub slackware 12 lebih diarahkan ke tool grubconfig ala lilo :)
- Saya menambahkan bagian tool grubconfig (simple/expert) untuk konfigurasi GRUB. Jadi 2 pilihan bagi user: Edit manual file konfigurasi atau lewat grubconfig. Keduanya sama2 Tokcer ! :P
- Karena grubconfig merupakan tool tambahan (bukan bawaan dari Grub) agar user dapat melakukan konfigurasi grub ala lilo, tetap yang terbaik... edit langsung menu.lst Anda :)
- Banyak fasilitas lain di Grub seperti pemberian password, tampilin image background ...silahkan baca lebih lanjut manual Grub.